welcome to my blog :)

Jumat, 21 Maret 2014

LEGENDA BATU GANTUNG



Pada jaman dahulu kala di sebuah desa kecil di tepi Danau Toba hiduplah sepasang suami istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni. Selain cantik, Seruni juga tergolong sebagai anak yang rajin karena selalu membantu kedua orang tuanya ketika mereka sedang bekerja di ladang yang hasilnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari - hari.

Suatu hari, Seruni harus bekerja di ladang seorang diri karena kedua orang tuanya sedang ada keperluan di desa tetangga. Ia hanya ditemani oleh anjing peliharaannya yang diberi nama Si Toki. Sesampainya di ladang Seruni hanya duduk termenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba. Sementara anjingnya,
si Toki, ikut duduk di samping sambil menatap wajah majikannya yang tampak seperti sedang menghadapi suatu masalah. Sesekali sang anjing menggonggong untuk mengalihkan perhatian Seruni apabila ada sesuatu yang mencurigakan di sekitar ladang.

Sebenarnya, beberapa hari terakhir Seruni selalu tampak murung. Hal ini disebabkan karena
sang Ayah akan menjodohkannya dengan seorang pemuda yang masih tergolong sepupunya sendiri. Padahal, ia telah menjalin hubungan asmara dengan seorang pemuda di desanya dan telah berjanji pula akan membina rumah tangga. Keadaan ini membuatnya menjadi bingung, tidak tahu harus berbuat apa, dan mulai berputus asa. Di satu sisi ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, namun di sisi lain ia juga tidak sanggup jika harus berpisah dengan pemuda pujaan hatinya.
Setelah merenung beberapa saat dan tanpa menghasilkan apa
- apa, Seruni beranjak bangkit dari tempat ia duduk. Dengan berderai air mata ia berjalan perlahan ke arah Danau Toba. Rupanya ia sudah sangat berputus asa dan ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menceburkan diri ke Danau Toba. Sementara si Toki yang juga mengikuti majikannya menuju tepi danau hanya bisa menggonggong karena tidak tahu apa yang sedang berkecamuk di dalam benak Seruni.

Saat berjalan ke arah tebing di tepi Danau Toba, tiba-tiba ia terperosok ke dalam sebuah lubang batu besar hingga masuk ke dasarnya. Dan, karena berada di dasar lubang yang sangat gelap, membuat gadis cantik itu menjadi takut dan berteriak minta tolong kepada anjing kesayangannya. Namun karena Si Toki hanyalah seekor binatang, maka ia tidak dapat berbuat apa
- apa kecuali terus - menerus menggonggong di sekitar mulut lubang.

Akhirnya gadis itu pun semakin putus asa dan berkata dalam hati, “Ah, lebih baik aku mati saja.”

Setelah berkata seperti itu, entah mengapa dinding
- dinding lubang tersebut mulai merapat. “Parapat…! Parapat batu!” seru Seruni agar dinding batu semakin merapat dan menghimpit tubuhnya.

Melihat kejadian itu Si Toki langsung berlari ke rumah untuk meminta bantuan. Sesampainya di rumah Si Toki segera menghampiri orang tua Seruni yang kebetulan sudah berada di rumah. Sambil menggonggong, mencakar
- cakar tanah dan mondar - mandir di sekitar majikannya, Si Toki berusaha memberitahukan bahwa Seruni dalam keadaan bahaya.

Sadar akan apa yang sedang di
isyaratkan oleh si anjing, orang tua Seruni segera beranjak menuju ladang. Keduanya berlari mengikuti Si Toki hingga sampai ke tepi lubang tempat anak gadis mereka terperosok. Ketika mendengar jeritan anaknya dari dalam lubang, sang Ibu segera membuat obor sebagai penerang karena hari telah senja. Sementara sang Ayah berlari kembali menuju desa untuk meminta bantuan para tetangga.

Tak berapa lama kemudian, sebagian besar tetangga telah berkumpul di rumah ayah Seruni untuk bersama
- sama menuju ke lubang tempat Seruni terperosok. Mereka ada yang membawa tangga bambu, tambang, dan obor sebagai penerangan.

Sesampainya rombongan di ladang, sambil bercucuran air mata Ibu Seruni berkata pada suaminya, “Pak, lubangnya terlalu dalam dan tidak tembus cahaya. Saya hanya mendengar sayup-sayup suara anak kita yang berkata: parapat, parapat batu…”
Tanpa menjawab pertanyaan isterinya, Ayah Seruni segera melonggok ke dalam lubang dan berteriak, “Seruniii…! Serunii…!”

“Seruni…anakku! Kami akan menolongmu!” sang
Ibu ikut berteriak.

Beberapa kali mereka berteriak, namun tidak mendapat jawaban dari Seruni. Hanya suara Seruni terdengar sayup
- sayup yang menyuruh batu di sekelilingnya untuk merapat dan menghimpitnya.

Warga yang hadir di tempat itu juga berusaha untuk membantu dengan mengulurkan seutas tambang hingga ke dasar lubang, namun sama sekali tidak disentuh atau dipegang oleh Seruni.

Merasa khawatir,
sang Ayah memutuskan untuk menyusul putrinya masuk ke dalam lubang, “Bu, pegang obor ini! Saya akan turun menjemput anak kita!”

“Jangan gegabah, Pak. Lubang ini sangat berbahaya!” cegah sang istri.

“Benar Pak, lubang ini sangat dalam dan gelap,” sahut salah seorang tetangganya.

Setelah ayah Seruni mengurungkan niatnya, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan bumi pun berg
uncang dahsyat yang membuat lubang secara perlahan merapat dan tertutup dengan sendirinya. Seruni yang berada di dalam lubang akhirnya terhimpit dan tidak dapat diselamatkan.
Beberapa saat setelah gempa berhenti, di atas lubang yang telah tertutup itu muncullah sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis yang seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba. Orang-orang yang melihat kejadian itu mempercayai bahwa batu itu adalah penjelmaan dari Seruni dan kemudian menamainya sebagai “Batu Gantung”.
Dan, karena ucapan Seruni yang terakhir didengar oleh warga hanyalah “parapat, parapat, dan parapat”, maka daerah di sekitar Batu Gantung kemudian diberi nama Parapat. Kini Parapat telah menjelma menjadi salah satu kota tujuan wisata di Provinsi Sumatera Utara.

Dari cerita diatas dapat kita simpulkan bahwa cerita ini termasuk cerita Legenda.

Pengamatan Beruang Madu



Beruang madu terhitung famili ursidae serta sebagai jenis paling kecil dari kedelapan jenis beruang yang ada didunia. Beruang ini merupakan fauna khas propinsi Bengkulu sekalian digunakan sebagai lambang dari propinsi tersebut . Beruang madu juga termasuk maskot dari kota Balikpapan. Beruang madu yang ada di Balikpapan di konservasi di sebuah hutan lindung yang bernama Hutan Lindung Sungai Wain.
Description: Gambar Beruang Madu
Ciri-ciri Fisik Beruang Madu
Beruang Madu memiliki ciri fisik dengan panjang tubuhnya mencapai 1, 40 m, tinggi punggungnya mencapai 70 cm dengan berat berkisar antara 50 – 65 kg. Bulu beruang madu condong pendek, bercahaya serta biasanya hitam, matanya berwarna cokelat atau biru, diluar itu hidungnya relatif lebar namun tak terlampau moncong. Type bulu beruang madu yaitu yang paling pendek serta halus dibanding beruang yang lain, berwarna hitam kelam atau hitam kecoklatan, dibawah bulu lehernya ada sinyal yang unik berwarna oranye yang diakui melukiskan matahari terbit. Tidak sama dengan beruang madu dewasa, bayi beruang madu yang baru lahir mempunyai bulu yang lebih lembut, tidak tebal serta bercahaya. Lantaran hidupnya di pohon-pohon maka telapak kaki beruang ini tak berbulu hingga ia bisa bergerak dengan kecepatan sampai 48 km. per jam serta mempunyai tenaga yang benar-benar kuat. Kepala beruang madu relatif besar hingga mirip anjing yaitu mempunyai telinga kecil serta berupa bunda. Beruang type ini mempunyai lidah yang benar-benar panjang serta bisa dipanjangkan sesuai sama dengan keadaan alam untuk menyarikan madu dari sarang lebah di pohon-pohon. Diluar itu, lidah yang panjangnya bisa melebihi 25 cm itu juga dipakai untuk menangkap serangga kecil di batang pohon. Beruang madu mempunyai penciuaman yang benar-benar tajam serta mempunyai kuku yang panjang di ke empat lengannya yang dipakai untuk memudahkan mencari makanan. Beruang madu seringkali jalan dengan empat kaki, serta benar-benar tidak sering jalan dengan dua kaki seperti manusia. Lengan beruang type ini cukup lebar serta mempunyai kuku melengkung dan berlubang yang mempermudahnya memanjat pohon. Kuku tangan yang melengkung dipakai oleh beruang ini untuk menggali rayap, semut serta sarang lebah serta beruang yang tengah mencari madu bakal selekasnya menghancurkan kayu yang tetap hidup serta fresh serta juga berupaya untuk menggaruk pohon yang memiliki kayu keras. Rahang beruang madu tak seimbang lantaran terlampau besar hingga tak bisa memecahkan buah-buah besar, kelapa misalnya. Gigi beruang ini lebih datar serta rata dibanding dengan type beruang lain, gigi taringnya cukup panjang hingga menonjol keluar dari mulut. Kemudian ukuran tulang tengkorak kepala dari beruang madu pada umunya mempunyai panjang tengkorak 264,5 mm, panjang condylobasal 241,3 mm, lebar zygomatic 214,6 mm, lebar mastoid 170,2 mm, lebar interorbital 70,5 mm, lebar maxilla 76,2 mm.
Habitat Beruang Madu
Description: Habitat Beruang Madu
Pada umumnya habitat Beruang madu ada di hutan primer dan sekunder serta kerap juga hidup di lahan-lahan pertanian petani, mereka umumnya ada di pohon pada ketinggian 2 – 7 mtr. dari tanah, serta sering kali mematahkan cabang-cabang pohon atau membuatnya melengkung untuk bikin sarang. Habitat beruang madu ada di daerah hujan tropis Asia Tenggara. Penyebarannya ada di pulau Borneo, Sumatera, Indocina, Cina Selatan, Burma, dan Semenanjung malaya. Oleh oleh karena itu jenis ini tak membutuhkan saat hibernasi seperti beruang lain yang tinggal di lokasi empat musim. Beruang madu di zaman dulu di ketahui menyebar hampir di semua benua Asia, tetapi saat ini jadi semakin sedikit populasinya disebabkan fragmentasi habitat.

Makanan Beruang Madu

Beruang madu yaitu binatang omnivora yang mengonsumsi apapun di hutan. Mereka mengonsumsi bermacam buah-buahan serta tanaman hutan hujan tropis, terhitung juga tunas tanaman type palem. Mereka juga mengonsumsi serangga, madu, burung, serta binatang kecil yang lain. Jika beruang madu mengonsumsi buah, biji ditelan utuh, hingga tak rusak, sesudah buang air besar, biji yang ada didalam kotoran mulai berkembang hingga beruang madu memiliki peran yang benar-benar utama sebagai penyebar tumbuhan buah berbiji besar seperti cempedak, durian, lahung, kerantungan serta banyak type lain. Pada lokasi yang sudah diganggu oleh manusia, mereka bakal mengakibatkan kerusakan tempat pertanian, menghancurkan pisang, pepaya atau tanaman kebun yang lain.

Perilaku Beruang Madu

Beruang madu aktif pada malam hari atau dimaksud juga dengan makhluk nokturnal, mereka menggunakan saat di tanah serta memanjat pohon-pohon untuk mencari makanan. Terkecuali betina dengan anaknya, beruang madu biasanya berbentuk soliter. Mereka tak berhibernasi sebagaimana spesies beruang yang lain lantaran sumber pakannya ada selama th.. Dalam sehari seekor beruang madu jalan rata-rata 8 km untuk mencari makanannya. Tingkah laku beruang madu yaitu menggali serta membongkar juga berguna untuk mempercepat sistem penguraian serta daur lagi yang benar-benar utama untuk hutan hujan tropis. Beruang madu juga benar-benar bertindak dalam meregenerasi hutan sebagai penyebar biji buah-buahan, serta populer sebagai pemanjat pohon yang ulung. Sifatnya pemalu, hidup penyendiri, aktif di siang hari dengan keperluan lokasi jelajah yang luas.

Status Konservasi dan Klasifikasi Ilmiah

Konservasi beruang madu tetap benar-benar tidak sering dijalankan. Beruang ini sudah tercatat dalam Appendix I of the Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) dari th. 1979 yang menyebutkan bahwasanya mereka tak boleh diburu oleh siapa saja. Riset selanjutnya mengenai beruang madu tengah dikerjakan, terutama tentang dasar-dasar biologis, ekologi, dan perilakunya. Konservasi beruang madu butuh difokuskan pada perlindungan pada habitat hutan, manajemen yang baik pada bidang perlindungan beruang madu, supremasi hukum yang tegas berkenaan dengan pelanggaran pada perlindungan beruang madu, menghentikan perdagangan anggota badan beruang, dan kurangi konflik pada manusia serta beruang madu di wilayah hutan.